Pendidikan orang dewasa adalah pendidikan yang diperuntukkan bagi orang dewasa yang kurang atau belum mendapatkan pendidikan yang sudah seharusnya didapatkanya, selain itu POD juga memberi bantuan atau layanan untuk mengembangkan kemampuan orang dewasa (Pendidikan, Keterampilan, Sikap) dengan cara mengarahkan diri mereka agar paham dengan kebutuhannya sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan. Peserta didik pada pendidikan orang dewasa ini adalah orang dewasa yang telah mempunyai berbagai pengalaman baik dalam bidang pekerjaannya maupun pengalaman lain dan mempunyai latar belakang yang beragam.
malcolm knowles dalam bukunya yang berjudul "The Adult Learner, A Neglected Species" mengungkapakn teori belajar yang pas untuk orang dewasa . Sejak saat itulah istilah "andragogi " mulai diperbincangkan oleh beberapa kalangan kusunya bagi para pendidik. Oleh karena sasaran POD adalah orang dewasa maka metode yang digunakan untuk pmbelajaran juga berbeda dengan pendidikan pedagogi (pendidikan untuk anak-anak).
Pendidikan andragogi adalah proses pendidikan yang melibatkan peserta didik dewasa ke dalam suatu struktur pengalaman belajar.
- Orang dewasa perlu dilibatkan dalam perencanaan dan evaluasi dari pembelajaran yang mereka ikuti (berkaitan dengan konsep diri dan motivasi untuk belajar).
- Pengalaman (termasuk pengalaman berbuat salah) menjadi dasar untuk aktivitas belajar (konsep pengalaman).
- Orang dewasa paling berminat pada pokok bahasan belajar yang mempunyai relevansi langsung dengan pekerjaannya atau kehidupan pribadinya (Kesiapan untuk belajar).
- Belajar bagi orang dewasa lebih berpusat pada permasalahan dibanding pada isinya (Orientasi belajar).
Sasaran POD diantaranya adalah:
1. Orang dewasa yang telah memiliki lebih banyak pengalaman hidup.Dalam hal ini pengalaman dari peserta didik dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi peserta didik dan mereka bisa saling tukar pengalaman dan tukar pikiran sehingga pengalaman mereka dapat juga bermanfaat untuk orang lain. Dalam hal ini metode yang pas untuk di gunakan adalah metode diskusi dan aplikasi materi.
2. Orang dewasa yang mempunyai motivasi tinggi untuk belajar. Peserta didik POD yang telah memiliki motivasi tinggi untuk belajar akan lebih mudah untuk mengikuti dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari - hari. Motivasi belajar juga dapat membuat semangat belajar mereka tinggi sehingga dalam belajar tidak malas-malasan. Metode yang tepat untuk digunakan adalah dengan menggunakan aplikasi materi.
3. Orang dewasa yang telah memiliki banyak peran dan tanggungjawab. Peran dan tanggungjawab sangat dibutuhkan dalam POD karena dengan adanya peran dalam POD mereka bisa saling menghargai, menghormati dan tanggungjawab terhadap hak- hak dan kewajiban masing- masing peserta.
![]() |
| orang dewasa yang sedang belajar keaksaraan |
4. Orang dewasa yang kurang percaya pada kemampuan diri untuk belajar kembali. Hal ini wajar dirasakan oleh para peserta didik karena kadang mereka memiliki anggapan bahwa mereka sudah terlalu tua untuk belajar. Dengan adanya POD diharapkan mereka mempunyai percaya diri yang tinggi karena sebenarnya mereka mempunyai kemampuan yang lebih untuk dapat mengembangkan potensi diri mereka dan mempunyai kemampuan untuk mengembangkan potensi mereka dalam bidang pendidikan, keterampilan, dan sikap dengan cara mengarahkan mereka untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.
